JELAJAHI NIKMAT SEHAT PUASA

Berpuasa berarti memberi jalan dan menyilakan nikmat sehat mendekap fisik, psikologis, maupun sosial seseorang. Terbilang berat memang bagi khalayak yang belum terbiasa berdamai dengan puasa, tetapi apa iya kita akan melewatkan begitu saja puasa bersama dengan manfaatnya?

Saya tidak mempunyai dasar pendidikan medis. Akan tetapi, dengan memilah dan memanfaatkan beberapa jurnal medis yang saya peroleh secara online, saya ingin berbagi warta mengenai faedah puasa bagi kesehatan fisik kita.

Cus, mari menjelajah, Rek!”

Adat berpuasa bagi masyarakat Barat dan Timur sudah secara luas dipraktikkan, baik untuk alasan kesehatan, ketaatan religius, protes, estetisme, ataupun purifikasi. Mina Fazel BM Bch (1998:220) meneliti dampak medis dari puasa terkontrol- puasa Ramadhan bagi muslim, puasa sebagian (partial fasting), puasa terbatas (restricted fasting), fasting-refeeding, pengurangan asupan makanan dan air secara periodik, dan daily starvation-feeding. Dampak medis puasa terhadap tubuh tersebut dapat berupa adaptasi fisik (berkurangnya berat badan), adaptasi metabolis, perubahan mineral, perubahan hormonal, efek psikologis, dan komplikasi medis.

Berkaitan dengan aspek hormonal, salah satu manfaat dari puasa adalah meningkatkan hormon pertumbuhan atau HGH (Human Growth Hormone). Hormon ini berperan dalam pembentukan otot (muscle building) dan anti-aging (Fung, Jason, 2016).

Program Detoksifikasi

Direktur California-based Orthomolecular Health Medicine Medical Society, Michael Rosenbaum, M.D., mencatat arti penting puasa sebagai program detoksifikasi, “Penyebab tersembunyi dari berbagai penyakit, baik penyakit kronis maupun penyakit biasa, dimungkinkan akibat adanya racun yang tak terjamah indra, bahan kimia, logam berat, dan parasit yang masuk ke dalam tubuh…… Bagi dokter, kemungkinan untuk  mengemukakan kepada pasiennya bahwa racunlah yang menjadi penyebab sakitnya sangat kecil- racun tak terdeteksi oleh sang dokter.

Seorang dokter bahkan mungkin tidak mengetahui bagaimana toksin tersebut mempengaruhi tubuh anda- tubuh penderita…….  Ketika sel-sel tubuh anda sirna, begitupula dengan kesehatan anda. Jika sel-sel tubuh anda diinvasi oleh toksin dan bahan kimia berbahaya, daya tahan anda terhadap penyakit menghilang. Jika anda membersihkan dan memelihara sel-sel anda, maka anda menuju pada kesehatan yang lebih baik.”

Ketika berpuasa, anda menghentikan masukan nutrisi untuk sementara, lalu dimulailah kesibukan “pembersihan” di dalam tubuh, “kotoran-kotoran” diangkat ke luar dari ‘kabinet’ tempat ia bersembunyi. Pembersihan dilakukan dengan tekun.

Krisis Penyembuhan

Krisis penyembuhan merupakan reaksi dari efek samping puasa yang biasa terjadi pada hari pertama, seperti pusing, lemas, sakit kepala, mual akibat gejala selesma dan flu. Reaksi ini, sebagai imbas dari proses pembersihan dan penghilangan toksin, bersifat temporal.

Puasa merupakan tabib terkemuka abad ke-21. Para ahli percaya bahwa tubuh manusia didesain untuk bisa menyembuhkan dirinya sendiri, jika diberikan kesempatan. Dr. Otto Buchinger, seorang terapis puasa terkemuka Jerman, mengatakan bahwa “Puasa, tanpa diragukan lagi, merupakan metode perawatan biologis yang paling efektif…. ia merupakan operasi tanpa pembedahan… ia merupakan pengobatan yang melibatkan eksudasi (pengeluaran), pengalihan, dan relaksasi pembebasan dan pembersihan.”

Dr. Otto menambahkan bahwa berpuasa secara terapis, menyembuhkan banyak penyakit-penyakit modern, seperti alergi, penyakit kardiovaskular (berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah), penyakit kronis yang berhubungan sistem digestif (pencernaan), peradangan sendi yang menyakitkan dan degeneratif, gangguan besar dalam pola makan, glaukoma (gangguan pada mata), malfungsi ginjal tahap awal, migrain, dan penyakit kulit.

Perlu diperhatikan juga bahwa para penderita diabetes yang membutuhkan perawatan berkala dan ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa jika hal tersebut membahayakan kesehatan mereka.

As Doctor Burchinger would conclude, “When the body fasts, the soul is hungry; when the body becomes lighter, the soul also craves relief.”

Source:

Fazel, Mina. 1998. “Medical Implications of Controlled Fasting”: Journal of The Royal Society of Medicine.

Leghaei, Shaykh Mansour. Fasting and The Holy Month of Ramadhan. Al-Islam.org

Fung, Jason. 2016. Fasting and Growth Hormone. www.dietdoctor.com/fasting-and-growth-hormone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s