COCA-COLA DAN DOLPHUS RAYMOND

Belum ada pukul 08.00 pagi, Tuan Dolphus Raymond sudah terkantuk-kantuk ‘mabuk’ di atas punggung kuda thoroughbred-nya melewati jalan setapak kabupaten Maycomb menuju gedung pengadilan setempat- menyaksikan seorang Negro diadili. Ia ikuti ritual sarapan pagi orang-orang yang berjibun memenuhi alun-alun setempat sebelum pengadilan dibuka, pengadilan yang menggembalakan mata-mata menghardik dan mata-mata yang belas kasih terhadap seorang Tom Robinson, negro cacat, yang sumarah akan tuduhan terhadapnya- menggagahi si kulit putih Mayella Ewel.

Tuan ‘kulit putih’ Raymond, si empunya kawasan di sepanjang salah satu sisi bibir sungai itu, memilih duduk ngobrol dengan para Negro sambil menikmati sarapan pagi ketimbang leyeh-leyeh dengan rasnya yang ‘menguasai’ hampir seluruh sisi alun-alun. Para Negro memilih duduk mojok menggelar jamuan pagi mereka dengan hati gulana di sudut terjauh alun-alun kabupaten.

“Always does. He likes ‘em better’n he likes us, I reckon. Lives by himself way down near the county line. He’s got a colored woman and all sorts of mixed chillun………..”

Sepasang anak Atticus Finch, pengacara yang ditunjuk untuk menyokong Tom Robinson di kursi pesakitan, dan satu teman sebayanya sedang ngerumpi, ngrasani Tuan Dolphus Raymond dari kejauhan. Tersebar rumor bahwa suatu ketika calon pengantin Tuan Dolphus menembak mati dirinya sendiri setelah mendapati calon suaminya itu berduaan dengan seorang perempuan Negro. Semenjak itulah si muda Raymond hampir selalu terlihat mabuk .

Rasisme terhadap orang hitam masih terlampau mengerikan waktu itu, ketika lakon-lakon bikinan ‘dalang’ Harper Lee menjalankan perannya di sebuah novel pemenang Pulitzer Prize, To Kill a Mockingbird. Perlakuan batil tidak hanya ditujukan kepada mereka yang berkulit hitam, tetapi juga mereka yang bersinggungan secara langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan mereka- dalam hal ini Atticus Finch dan jelas, Dolphus Raymond. Akan tetapi, Dolphus mendapat pengecualian karena para kulit putih menganggap dia  dalam perdaya  tuaknya.

Sidang yang alot memaksa tiga anak yang menyelundupkan diri ke dalam ruang pengadilan itu untuk keluar. Salah satunya, Dill, merasa mual dan menangisi pahitnya ketidakdilan yang ia dengar, rasai, dan saksikan sendiri di dalam ruangan. Sementara, sepasang anak Atticus, Jem dan Scout, mengajaknya keluar ruangan. Hingga tanpa disangka, datanglah Tuan Dolphus menawarkan bantuan- menyodorkan minuman yang selama ini rapat di jemarinya.

Dill menyeruput melalui sedotan dan tampak ia tersenyum.

“Dill, you watch out, now,” I warned. (si bungsu cantiknya Tuan Finch, Scout, menggertak)
Dill melepas sedotan dan menyeringai, “Scout, it’s nothing but Coca-Cola.” 

                       ………………………………………………………..

“Jadi yang anda minum dari kantung itu tak lain adalah Coca-Cola? Coca-Cola biasa?”

“Ya, Nona.” Tuan Raymond mengangguk.

“Lalu mengapa anda berpura-pura mabuk?” 

“Wh—oh yes, you mean why do I pretend? Well, it’s very simple,” he said.
“Some folks don’t—like the way I live. Now I could say the hell with ‘em, I don’t care if they don’t like it. I do say I don’t care if they don’t like it, right enough— but I don’t say the hell with ’em, see?”

“I try to give ‘em a reason, you see. It helps folks if they can latch onto a reason. When I come to town, which is seldom, if I weave a little and drink out of this sack, folks can say Dolphus Raymond’s in the clutches of whiskey—that’s why he won’t change his ways. He can’t help himself, that’s why he lives the way he does.”

“Tetapi itu tidak jujur, Tuan. Membuat dirimu sendiri lebih buruk daripada yang sebenarnya.”

“Ya, memang tidak jujur, tetapi hal ini akan membantu orang-orang itu. Sebenarnya, Miss Finch, aku bukanlah peminum berat, tetapi kamu bisa lihat bahwa mereka sama sekali tidak akan pernah bisa mengerti bahwa aku hidup seperti ini (guyub rukun dengan kulit hitam) karena aku ingin.”

“………….they could never, never understand that I live like I do because that’s the way I want to live.”

Si bungsu cantik-nya Tuan Finch memberondong Tuan Raymond lagi.

Mengapa anda mempercayakan rahasia anda kepada kami?

“Because you’re children and you can understand it.” 

Iren A.

Source: To Kill a Mockingbird by Harper Lee (1960)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s